Tampilkan postingan dengan label Creatures. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Creatures. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Maret 2014
The Flying Dutchman
Sejarah Mitos dan Legenda
Catatan sejarah ternyata memuat banyak versi cerita dari Flying Dutchman. Salah satu yang tertua adalah kisah mengenai para pelaut belanda yang sangat ambisius dalam menaklukan lautan. Pada abad 1500-1600, jauh sebelum inggris memiliki armada laut yang kuat, Belanda dikenal sebagai penakluk lautan. Disebutkan bahwa kapten Van Straaten adalah kapten yang teladan dan giat dalam mengarungi laut serta samudra, dan bersedia untuk mempertaruhkan segalanya demi menjadi kapten terkuat . Namun karena keserakahan dan keangkuhannya maka Van straaten dihukum oleh alam untuk hidup selamanya di atas kapal tanpa bisa berlabuh ke dermaga!! Kabarnya kapal miliknya yang dinamai The Flying Dutchman sering berkeliaran di daerah Cape of Good Hope dibagian selatan Afrika. Dalam mitos setempat, kapal hantu Van Straaten dapat menularkan kutukan. Alhasil, para nelayan maupun pelaut dianjurkan untuk mengubah haluan jika mereka berpapasan dengan kapal milik Van Straaten.
Lebih lanjut lagi, pada tahun 1821 ditemukan catatan tertulis pertama mengenai kisah Flying Dutchman. Dalam salah satu edisi Blackwood's Magazine yang terbit pada bulan mei di tahun tersebut, diceritakan bahwa sebuah armada laut Belanda dikutuk karena telah menantang alam . Hendrik Van Der Decken merupakan kapten dari armada itu. Cikal bakal terjadinya tragedi kutukan ini adalah ambisi Van Der Decken untuk menyelesaikan misi menemukan Cape of Good Hope. Namun sedikit berbeda dengan mitos tua Flying Dutchman, Blackwood's Magazine menjabarkan lebih banyak detail mengenai perjalanan sang kapten. 7 tahun setelah misi diberikan, Van Der Decken belum juga menemukan Cape of Good Hope. Walaupun para awak kapal sudah merasa putus asa, Namun karena sang kapten mempunyai sifat yang sangat tegas maka tidak ada seorangpun yang berani menentang keinginannya. Sampai suatu malam Van Der Decken berhasil menemukan letak Cape of Good Hope dengan bantuan teleskop. Namun untuk mencapainya maka ia harus melewati badai yang menghadang di depannya. Karena merasa kesal akhirnya Van Der Decken mengumpat pada angin kencang yang menghadangnya.
Tidak lama setelah itu sebuah kapal kecil berpapasan dengan kapal Van Der Decken, dan nelayan di kapal kecil tersebut memperingati sang kapten untuk tidak meneruskan perjalanan malam itu. Bukannya mematuhi atau setidaknya menghormati saran si nelayan, Van Der Decken malah kembali mengumpat bahwa ia lebih memilih dikutuk untuk berlayar selamanya sampai hari kiamat tiba dari pada harus kalah dari alam. Seketika itu pula, betapapun sekerasnya usaha Van Der Decken namun ia beserta awak kapalnya tidak pernah dapat menemukan dermaga untuk berlabuh. Beberapa kisah menyebutkan bahwa Van Der Decken sebenarnya tidak dikutuk dan bahkan ia hampir berhasil berlabuh. Tetapi sayangnya semua awak kapalnya terkena wabah pes sehingga mereka tidak dapat diperbolehkan untuk berlabuh karena takut akan menularkan penyakit itu pada penduduk kota. Karena tidak mendapatkan pertolongan, seluruh awak kapalnya beserta sang kapten akhirnya meninggal dalam pelayaran di tengah lautan. Rasa sakit hati membuat mereka menjadi arwah penasaran yang terus mengarungi lautan dengan kapal hantunya. Versi lai mencatat bahwa terjadi pembunuhan sadis dikapal Van Der Decken yang memakan korban seluruh penghuninya!!
Beberapa catatan sejarah jadul lainnya mengatakan bahwa seorang kapten belanda bernama Bernard Fokke disinyalir menjadi kapten Flying Dutchman lainnya. Fokke juga digambarkan sebagai kapten yang sangat piawai dalam mengarungi lautan. Dikisahkan bahwa Fokke dapat berlayar dari Holland sampai ke pulau Jawa hanya dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini sangat mengherankan banyak pihak karena pada masa itu, kapal tercepat saja butuh waktu cukup lama untuk mencapai Jawa. Kepiwaiannya tersebut kemudian dicurigai oleh banyak orang bahwa Fokke sebetulnya bekerja sama dengan para iblis sehingga kapalnya dapat berlayar cepat.
Penampakan The Flying Dutchman
Apapun Versi ceritanya, The Flying Dutchman tetap dikenal sebagai kapal hantu yang sangat menyeramkan. Kisah mengenai Flying Dutchman juga dilengkapi dengan beberapa catatan penampakan. Salah satu yang paling terkenal adalah catatan dari Prince George of Wales yang kemudian dikenal sebagai King George V of United Kingdom. Catatan yang dibuat pada kisaran abad 1900-2000 tersebut mengatakan bahwa Prince George yang tengah berlayar dengan adiknya, Prince Albert Victor of Wales, melihat sebuah kapal aneh didekat perairan Australia. Dari atas Bacchante, kapal yang dinaiki George, 13 orang juga mengaku melihat sebuah kapal yang diselimuti kabut aneh pada saat subuh. Tidak hanya suram, kapal yang disinyalir sebagai The Flying Dutchman tersebut diliputi kilauan aura berwarna merah darah!! Namun karena tebalnya kabut yang terjadi, seluruh awak kapal aneh tersebut tidak terlihat jelas. Karena penasaran maka Prince George memerintahkan beberapa awak kapalnya untuk mendekati kapal tadi dengan memakai sekoci, namun mereka tidak berhasil menemukan siapapun. Dan dalam sekejap kapal aneh itu hilang ditelan kabut, padahal harusnya kapal sebesar itu masih dapat dilihat teleskop dalam jarak 200 yard!!
Mitos Cinta Sang Kapten
Lalu bagaimana dengan kisah Davy Jones, kapten Flying Dutchman dalam Pirates of Carribean yang ternyata memiliki tragedi cinta dengan dewi laut bernama Calypso? Apakah kisah tersebut hanya karangan sang pencipta film belaka? Tidak sepenuhnya betul, tapi juga tidak seluruhnya salah. Seiring dengan berjalannya waktu, banyak pengarang-pengarang dunia yang mengadaptasi legenda Flying Dutchman. Oleh karena itu versi dalam kapal hantu tersebut semakin beragam. Pada tahun 1980-an, seorang pengarang sekaligus aktivis lakon drama bernama Fitzball ikut mengadaptasi kisah Flying Dutchman. Untuk membuat kisah drama buatannya semakin dramatis maka disisipkan cerita bahwa sang kapten kapal menaruh cinta untuk seorang wanita yang pernah menolongnya. Tetapi akibat kutukan untuk berlayar selamanya, sang kapten akhirnya hanya memiliki kesempatan untuk menemui sang kekasih setiap 7 tahun sekali.
Slenderman
Tau game konsol 'Amnesia' yang terkenal itu?
Game horror mengerikan ini mengambil Slenderman sebagai Villain superseram yang mengejarmu disepanjang permainan!
Urban legend satu ini, konon tercipta pada awalnya untuk kontes desain grafis yang diselenggarakan forum paranormal horor di dunia maya. Tujuan dari kontes desain ini yaitu membuat desain untuk menipu para pengunjung di forum tersebut, yang mana nantinya mereka mengira desain tersebut asli dan real.
Beberapa kontestan mulai mengerahkan semua kreativitas yang dimilikinya. Mereka membumbui desain tersebut dengan cerita misteri supaya menghidupkan suasana dan terkesan otentik. Dan pemenang kontes ini dimenangkan oleh kontestan yang memiliki desain bertajuk “Slenderman”.
Ketika kontes berakhir, ternyata “Slenderman” muncul di dunia nyata. Beberapa orang mengaku pernah melihatnya, bahkan memfotonya. Tanggal 10 Juni 2009, user dari forum tersebut yang memiliki nickname Surge Victor memposting dua foto dan memberikan penjelasan bahwa ada sesuatu sedang mengintai anak-anak yang sedang bermain. Dia mengambil foto tersebut di sebuah perpustakaan di mana sekelompok anak-anak sedang bermain di hutan. Dan sosok yang mengintai itu disinyalir adalah “Slenderman”.
Siapa “Slenderman”?
“Slenderman” merupakan sosok misterius yang acap menampak dengan wujud pria jangkung bertubuh tipis, tanpa wajah, dan lengan yang aneh. Biasanya, pria ini mengenakan setelah jas warna hitam. Bagi yang pernah melihat sosok ini, katanya bakal menghilang dan dibunuh. Sementara, mayatnya akan dimutilasi di pohon.
Tepat ketika dua foto itu diambil, empat belas anak menghilang misterius. Katanya, “Slenderman” hendak menculik dan membunuh anak-anak dengan menguntitnya diam-diam di sekitar jalan berkabut. Sehingga, dia dapat menyesuaikan tubuhnya dengan pohon. Anak-anak bisa melihatnya saat orang-orang dewasa tak bisa. Kabar ini pun cepat menyebar. Setelah “Slenderman” ini terlihat di berbagai tempat oleh masyarakat. Ada beberapa anak-anak dan para remaja sering sekali melihat penampakanya di antara pepohonan dan semak belukar.
Keberadaan “Slenderman” masih misterius hingga kini. Apakah kau percaya sebuah kontes desain di internet bisa jadi kenyataan?
Kamis, 06 Maret 2014
Story of Sandman (Pemberi Mimpi)
Secara tradisional , ia adalah karakter dalam cerita anak-anak
. Dia menaburi pasir atau debu pada atau ke dalam mata anak pada malam hari
untuk membawa dalam mimpi dan tidur . The grit atau "tidur " di mata
seseorang saat bangun seharusnya hasil Sandman karya malam sebelumnya .
Hans Christian Andersen 1841 cerita rakyat Lukøje
Memperkenalkan Sandman Ole , Ole Lukøje bernama , dengan Berkaitan mimpi saya
berikan kepada seorang anak muda dalam seminggu melalui teknik nya percikan
debu ajaib di mata anak-anak . " Ole " adalah nama Denmark dan "
Lukøje " berarti " menutup mata " . Andersen menulis :
Tak seorang pun di dunia ini yang tahu begitu banyak cerita
sebagai Ole - Luk - Oie , atau yang bisa menghubungkannya dengan begitu baik .
Pada malam hari , sementara anak-anak yang duduk di meja atau di kursi kecil
mereka , saya makan menaiki tangga yang sangat lembut , karena aku berjalan di
kaus kakinya , maka saya membuka pintu tanpa suara sedikit saja , dan
melemparkan sejumlah kecil sangat debu halus di mata mereka , hanya cukup untuk
Mencegah mereka dari menjaga mereka terbuka , sehingga mereka tidak melihatnya
. Lalu aku merayap di belakang mereka , dan pukulan lembut pada leher mereka ,
sampai Kepala mereka mulai terkulai . Tapi Ole - Luk - Oie tidak ingin
menyakiti mereka , bagi saya dia sangat menyukai anak-anak , dan hanya ingin
mereka untuk menjadi tenang Agar Aku Dapat berhubungan dengan mereka cerita
cantik, dan mereka tidak pernah tenang sampai mereka berada di tempat tidur dan
tertidur . Begitu Mereka tertidur , Ole - Luk - Oie kursi dirinya di atas
tempat tidur . Dia baik berpakaian , mantel terbuat dari kain sutra , adalah
mustahil untuk mengatakan apa warna , untuk itu berubah dari hijau ke merah ,
dan dari merah ke biru seperti yang saya berubah dari sisi ke sisi . Di bawah
masing-masing kelompok membawa payung yang saya miliki, salah satu dari mereka
, dengan gambar di dalam, saya sudah menyebar di atas anak-anak yang baik , dan
kemudian mereka bermimpi cerita yang paling indah sepanjang malam . Tapi payung
lain tidak memiliki gambar, Dan aku ini memegang lebih dari anak-anak nakal sehingga
Bahwa Mereka tidur pulas , dan bangun di pagi hari tanpa mimpi sama sekali
Story of Toothfairy (Peri Gigi)
Peri gigi adalah legenda unik Amerika , dengan asal-usul
dalam tradisi Eropa .
Peri gigi datang ketika seorang anak telah kehilangan gigi ,
biasanya di tengah malam . Gigi yang di taruh di bawah bantal mereka , sehingga
peri gigi bisa mengambilnya . hadiah atau
uang dibiarkan di bawah menggantikan gigi .
Inggris
Salah satu tradisi di Inggris menyatakan bahwa jika gigi
anak jatuh, anak yang perlu menjatuhkannya ke dalam api, untuk menghindari gigi
itu mencarinya dikehidupan berikutnya, dan ini mungkin menjadi asal pentingnya
gigi hilang. Kisah ini diturunkan selama Abad Pertengahan untuk anak-anak kecil
selama tahap tumbuh gigi.
Tambahan api ke dalam cerita mungkin telah disulap gambar
sihir. Penyihir diduga sering dibakar, karena orang percaya uang muncul setelah
mereka melemparkan artikel ke dalam api. Dari mitos ini hadir pentingnya
menjaga gigi. Ketika penyihir dibakar potongan rambut, pakaian atau gigi dari
seseorang, ia konon memperoleh kekuasaan atas mereka. Orang tua mungkin telah
mendorong anak-anak untuk tetap menjaga gigi atau pembakaran gigi sendiri untuk
menjaga diri mereka bebas dari kerasukan setan
Eropa
Berabad-abad lalu, di Eropa itu adalah sebuah praktek umum
ketika gigi susunya anak jatuh menguburnya di dalam tanah. Gigi itu kemungkinan
dikuburkan di kebun atau lapangan sekitarnya. Hal itu dilakukan agar gigi tetap
akan tumbuh di tempatnya. Alasan lain untuk ritual ini adalah takhayul bahwa
jika penyihir mendapatkan gigi itu,
kutukan bisa ditempatkan pada anak (seperti kliping kuku dan / atau rambut).
Dengan mengubur gigi anak-anak mereka, kutukan malang ini dapat dicegah.
Saat orang bermigrasi ke Amerika, banyak keyakinan dan
takhayul yang sama mengikuti mereka. Namun, karena sebagian besar orang
sekarang menemukan diri mereka tinggal di kota-kota, lahan kosong tidak begitu
berlimpah. Mereka mulai menempatkan gigi di pot bunga kecil, atau kotak
penanam. Akhirnya ritual ini juga berubah, dan gigi yang tanggal ditempatkan di
bawah bantal anak, di mana orang tua mengganti gigi (selalu di tengah malam) menjadi
hadiah atau uang.
Viking
Yang lebih menarik adalah kenyataan bahwa Viking memiliki
"bayaran gigi," atau biaya yang diberikan kepada anak-anak untuk
digunakannya gigi mereka. Gigi susu kemudian digantung untuk membuat perhiasan,
beberapa orang mengklaim. Legenda tua ini dikelilingi misteri. Di samping itu ada
takhayul pada awal hari Viking bahwa anak-anak dan gigi mereka terkandung kekuatan
besar. Memiliki sebuah gigi dari seorang anak, atau anak di tangan mereka seharusnya
membawa kekuatan dan keberuntungan dalam pertempuran.
Tradisi Dunia Lain
Di banyak bagian dunia itu tikus gigi yang meninggalkan
hadiah untuk anak-anak yang sudah kehilangan gigi susu mereka .
Para ibu di Australia konon menghancurkan gigi susu anak
mereka dan memakan abunya.
Di beberapa bagian dunia, gigi susu anak akan ditempatkan di
sarang di mana tikus atau ular yang hidp karena orang percaya penyihir jahat
tidak menyukai hewan-hewan serta tidak mau mendekatinya.
Di banyak bagian dunia , orang tua menempatkan gigi
anak-anak mereka di sarang tikus . Mereka pikir itu akan mengakibatkan gigi
baru yang tumbuh di tempat gigi yang hilang , sama seperti gigi tikus hilang
entah bagaimana tumbuh lagi.
Di bagian lain dunia , ibu menyembunyikan gigi anak-anak
mereka dari hewan karena mereka percaya , jika binatang yang menemukan gigi ,
gigi seperti hewan itu akan tumbuh di
mulut anak .
Story of Grim Reaper (Malaikat Maut)
Kenyataan dari kematian adalah sebuah pengaruh yang banyak
memengaruhi kejiwaan manusia dan perkembangan peradaban, personifikasi dari
Kematian adalah seperti kehidupan, kesatuan entitas adalah sebuah konsep bahwa
keberadaan dalam masyarakat banyak sejak dimulainya sejarah. Di budaya Barat,
kematian biasanya dinamakan "The Grim Reaper" dan digambarkan sebagai
seseorang berbadan kerangka memegang sebuah sabit besar, dan menggunakan sebuah
jubah tengah malam hitam dengan sebuah kerudung, atau kadang-kadang, sebuah
kafan kuburan putih.Contents Kematian dalam gambaran mitologi
Dewa Kematian Beberapa mitologi mempunyai Dewa yang
memasukkan Kamatian atau aspek-aspek dari Kematian:
Ankou (Breton) Devil (Agama-agama Abrahamik)k Hades
(Yunani)kkk Hel (Norse) Hun-Came (Mayan)kk Izanami (Shinto) Kamatayan
(Filipina)kkkkkk La Muerte (Mexiko) Mictlantecuhtli (Aztec) The
Morrigan (Irlandia) Mors (Romawi) Mot (Canaanite) Odin (Norse) death
in battle Osiris (Mesir) Shemal (Semit) Shinigami (Jepang) Kalma, Surma,
(Finlandia) Thanatos (Yunani) Yama (Hindu) Yanluo (China)
Asal-usul Sabit Besar
Gambaran dari sabit besar asalnya dari sebuah kesalah pahaman
etimologi Yunani yang menghubungkan Dewa Cronos dengan waktu. Cronos adalah
seorang Dewa Panen yang sering memperlihatkan sabitnya, dimana dia juga
menggunakan alat itu untuk mengebiri ayahnya, Uranus. Periode etimologis dari
Yunani korelasi yang sungguh keliru Cronus dengan waktu seharusnya adalah
kesamaan dengan awalan chrono-. Berasal dari kekeliruan, Cronus sering
digambarkan sebagai bapak sang Waktu, membawa sebuah sabit besar, diman itu
adalah benda yang diperlukan saat panen untuk menyabit. Karakter dari Bapak
Waktu dan Grim Reaper sering melengkapi,
Hindu mythology
Dalam Kitab agama Hindu diketahui bersama sebagai 'Veda',
penguasa kematian disebut Yama, atau Yamaraj (harfiah"penguasa
kematian").
Sebuah gambaran modern dari Penghakiman Yamaraja, oleh
Dominique Amendola
“Yamaraja mengendarai seekor kerbau hitam black buffalo dan
membawa seutas tali untuk membawa jiwa yang telah kembali kepadanya tempat
tinggalnya disebut "Yamaloka". Wakilnya, Yamaduts, yang membawa jiwa
yang telah mati ke Yamaloka. Disini, semua nama-nama dari orang baik dan buruk
yang telah mati disimpan dan diurus oleh Chitragupta, dimana mengizinkan
Yamaraj untuk memutuskan dimana sang jiwa tersebut bertempat tinggal pada
kehidupan berikutnya, mengikuti teori dari reinkarnasi.
Ini dipercaya jiwa-jiwa mungkin mengalami kelahiran
kembali di tempat yang kejam, atau tempat yang indah dan dikembalikan ke Bumi
lagi, tergantung ketika sifatnya apakah baik atau buruk selama masa hidupnya.
Seorang yang berpengalaman dengan karma dan bhakti dalam seluruh hidupnya
diterima Moksha, kebebasan dari putaran mati dan lahir kembali dan semua
penderitaan dan keterbatasan diperlukan dalam mewujudkan eksitensi duniawi.
Yama juga menyebutkan di dalam Mahabharata sebagai seorang filosof besar dan
pengagum dari Sri Krishna.
Dalam paganisme Slavia
Rumpun Bangsa Slavia Tua memandang kematian sebagai seorang
wanita mengenakan pakaian putih, dengan sebuah tunas hijau yang tidak pernah
pudar warnanya di tangannya. Sentuhan dari tunas tersebut akan membuat manusia
menjadi tidur tahan lama. Gambaran ini di pertahankan oleh pelaku
kristenisasi dengan baik dalam masa Pertengahan, hanya diganti dengan gambaran
tradisional Eropa lainnya dengan Kerangka berjalan pada akhir abad 15.
Kematian (malaikat-malaikat) dalam agama
Dalam Bibel, empat penunggang kuda dari Wahyu 6 disebut
Kematian, dan digambarkan dengan neraka yang mengikutinya. "Angel of the
Lord" memukul 185,000 orang di kamp Assiria (II Raja-raja xix. 35).
"Penghancur" membunuih kelahiran pertama dari Mesir(Ex. xii. 23), dan
"destroying angel" ("mal'ak ha-mashḥit") marah di antara
orang-orang di Jerusalem (II Sam. xxiv. 15). Dalam sebuah Asal-usul xxi. 15
"angel of the Lord" terlihat oleh Raja Daud berdiri"di antara
bumi dan surga, membawa pedang ditangannya direntangkan melalui
Jerusalem."
Dalam Islam
Malaikat Kematian , sebagai salah satu malaikat kepunyaan
Allah SWT, dalam firman Allah: Malaikat Maut (Izrail), yang diperintahkan pada
kamu, yang akan mengambil kamu; kemudian mengembalikan pada Tuhan mu. (32:11).
Nama malaikat maut di agama Islam adalah "Izrail"
(bukan Israel, dimana adalah sebuah nama dalam Islam semata-mata untuk nabi
Ya’qub), dalam bahasa Inggris Azrael. Terpisah dari karakteristik dan tanggung
jawab yang diembann dengan malaikat lain dalam agama Islam, perhatian Izrail
memperoleh kedudukan yang fundamental di hati kaum Muslim. Banyak aneka
referensi Izrail dalam kehidupan masyarakat Muslim, bagaimanapun, dia juga
terdapat di selain Qur’an (di kitab-kitab Hadits Muslim dan yang lainnya)
Rabu, 05 Maret 2014
Story of Easter Bunny (Kelinci Paskah)
Kelinci Paskah adalah makhluk fiktif yang digambarkan
sebagai seekor kelinci antromorfis. Menurut
legenda, kelinci Paskah membawa keranjang yang
penuh berisi telur, permen, dan mainan yang bewarna-warni
ke rumah anak-anak pada malam Paskah. Kelinci Paskah itu akan menaruh keranjang tersebut di
suatu tempat atau menyembunyikannya di dalam rumah anak itu agar supaya sang
anak keesokan paginya mencarinya. Kelinci Paskah memiliki kemiripan-kemiripan
dengan Sinterklas yang
membawa hadiah untuk anak-anak yang tidak nakal pada malam Natal. Sumber legenda
tersebut bervariasi, namun kelinci tersebut sudah dikenal sejak 1600; beberapa
sumber menyebutkan legenda tersebut berasal dari mitos kesuburan, sementara
yang lain menghubungkannya dengan peranan kelinci di dalam ikonografi kristen.
Cerita Rakyat dan Mitologi
Asal muasal Kelinci Paskah sebagai simbol Paskah dapat
dilacak dari kawasan Alsace dan barat daya Jerman, tempat
kelinci tersebut disebut untuk pertama kalinya pada tahun 1600-an. Kelinci
Paskah yang berbentuk makanan pertama kali dibuat di Jerman pada awal 1800-an
dan terbuat dari bahan kue dan gula.
Kelinci Paskah kemudian diperkenalkan ke Amerika oleh
para imigran Jerman yang mendarat di Pennsylvania Jerman pada
tahun 1700-an. Kedatangan Osterhase atau terwelu Paskah
dalam bahasa Jerman pada
malam Paskah merupakan salah satu "kegembiraan anak-anak yang
terbesar", hampir sama dengan kedatangan Sinterklas yang dikenal
oleh orang-orangAustria dan Bavaria pada malam Natal.
Menurut tradisi, anak-anak membuat sarang kelinci yang bewarna-warni
di pojok tersembunyi di rumah mereka. Lalu jika anak-anak tersebut tidak
nakal, Osterhase akan bertelur telur bewarna-warni di sarang
tersebut. Saat tradisi tersebut mulai menyebar, sarang tersebut diproduksi
menjadi keranjang Paskah, dan menempatkan sarang di tempat tersembunyi berubah
menjadi tradisi menyembunyikan keranjang/telur Paskah
Langganan:
Postingan
(Atom)
Viewers
Wikipedia
Hasil penelusuran
Followers
Blog Request
-
PENGGOLONGAN DAN KLASIFIKASI HUKUM - Tujuan daripada penggolongan atau klasifikasi hukum adalah: Adalah agar dicapai suatu pengertian yang lebih baikmengenai suatu hukum. 1. Penggolongan dan...8 tahun yang lalu
-
Rahasia Cantik Tanpa Makeup - Umumnya kita berpikir dengan *makeup* wajah kita tambah cantik. Padahal, terlalu sering atau salah pakai *makeup* di usia remaja bikin kulit rusak *lho*. ...12 tahun yang lalu





